Selasa, 20 Desember 2011

SEJARAH
GERAKAN KEPRAMUKAAN SEDUNIA PENDAHULUAN
Untuk dapat memahami hakekat kepramukaan, kita perlu mempelajari sejarah berdirinya dan berkembangnya Gerakan Kepramukaan Sedunia.
Dalam mempelajari sejarah pendidikan kepramukaan, kita tidak dapat lepas dari riwayat hidup pendiri Gerakan Kepramukaan Sedunia, Lord Robert Baden of Gilwell.
Hal ini disebabkan karena pengalaman hidup beliaulah yang mengilhami untuk mengeluarkan gagasannya mengenai pembinaan para remaja di negeri Inggris. Pembinaan remaja inilah yang kemudian tumbuh berkembang menjadi Gerakan Kepramukaan sekarang
PENGALAMAN
BADEN POWELL
Baden Powell lahir pada tanggal 22 Pebruari 1857 di London. Nama sesungguhnya Robert Stephenson Smyth. Ayahnya seorang Profesor Geometry di Universitas Oxford, bernama Baden Powell, yang meninggal ketika Stephenson masih kecil.
Pengalaman yang berpengaruh pada kegiatan kepramukaan banyak sekali dan cukup menarik. Yaitu :
Ditinggal bapak sejak kecil, dan mendapatkan pembinaan watak dari ibunya.
Latihan ketrampilan berlayar, berenang, berkemah, olah raga dll yang didapat dari kakak-kakaknya.
Pengalaman tersebut ditulis menjadi sebuah buku berjudul “ Aids To Scouting “, yang sebenarnya memberi petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Buku ini sangat menarik bagi para pemuda bahkan orang dewasa.
Tn. William Smyth sebagai salah seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar BP melatih anggotanya sesuai dengan ceritera pengalaman beliau itu.
Maka dipanggillah 21 orang pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Negeri Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.
Tahun 1910 BP minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929. Ia menikah dengan Olave St Clair Soames pada tahun 1912 dan dianugerahi 3 anak. BP meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
 
Baden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka main musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang dan menggambar.
Pengalaman di India sebagai Pembantu Letnan pada resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang, dan diketemukan di puncak gunung, serta keberhasilan melatih panca indra kepada Kimball O’hara.
Pengalaman terkepung bangsa Boer di kota Mafeking, Afrika selatan selama 127 hari, dan kekurangan makan.
Pengalaman mengalahkan kerajaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.
Pengalaman tersebut ditulis menjadi sebuah buku berjudul “ Aids To Scouting “, yang sebenarnya memberi petunjuk kepada tentara muda Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Buku ini sangat menarik bagi para pemuda bahkan orang dewasa.
Tn. William Smyth sebagai salah seorang pimpinan Boys Brigade di Inggris minta agar BP melatih anggotanya sesuai dengan ceritera pengalaman beliau itu.
Maka dipanggillah 21 orang pemuda dari Boys Brigade di berbagai wilayah Negeri Inggris, diajak berkemah dan berlatih di pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari.
Tahun 1910 BP minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal. Beliau mendapat titel Lord dari Raja George pada tahun 1929. Ia menikah dengan Olave St Clair Soames pada tahun 1912 dan dianugerahi 3 anak. BP meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika. KEPRAMUKAAN SEDUNIA
Awal tahun 1908, BP menulis cerita pengalamannya sebagai buku “ Scouting for Boys “
Atas bantuan Agnes, adik perempuan Baden Powell berdirilah organisasi kepramukaan putri bernama “ Girl Guides “ dan diteruskan oleh istri BP.
Tahun 1916 berdiri kelompok Pramuka usia Siaga, yang disebut CUB ( anak serigala ) dengan buku The Jungle Book berisi ceritera tentang MOWGLI anak didikan rimba , karangan Rudyard Kipling.
 
Tahun 1918 BP membentuk ROVER SCOUT ( pramuka usia penegak ). Tahun 1922 BP. Menerbitkan buku ROVERING TO SUCCESS ( mengembara menuju bahagia ). Buku itu menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya sendiri menuju ke pantai bahagia. Di hadapannya terdapat karang-karang berbahaya, yaitu :
Karang perjudian
Karang wanita
Karang minuman keras dan merokok
Karang mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain ( munafik )
Karang tidak ber Tuhan.
Tahun 1920 diselenggarakan Jambore Sedunia, di arena Olympia, London. Mengundang 27 negara. Pada saat itu BP diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia. ( “ Chief Csout Of The World )
Tahun 1914  BP mulai menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka. Rencana ini baru dapat dilaksanakan mulai tahun 1919. BP mendapat tanah dari sahabatnya bernama W.F. de Bois Mac Leren di Chingford, dan digunakan tempat pendidikan Pembina Pramuka yang terkenal dengan nama “ GILWELL PARK
Sejak tahun 1920 dibentuk Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatannya yang berada di London, Inggris. Pada tahun 1958 Biro Kepramukaan Sedunia (putera) dipindahkan dari London ke Ottawa di Canada. Kemudian dipindah lagi ke Genewa, di Swiss tanggal 1 Mei 1968.
Tahun 1920 sampai 1965 Kepala Biro Kepramukaan Sedunia ini dipegang berturut-turut oleh Hubert Martin (Inggris), Kolonel J.S.Wilson (Inggris), Mayjen D.C.Spry (Canada). Tahun 1965 DC Spry diganti R.T.Lund.
Biro Kepramukaan Sedunia (putera) hanya mempunyai 40 orang tenaga staf, yang ada di Genewa dan 5 kantor Kawasan, yaitu di Costa Rica, Mesir, Pilipina, Swiss dan Nigeria.
Biro Kepramukaan Sedunia puteri sampai sekarang tetap berada di London dan juga mempunyai kantor di 5 kawasan yaitu Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

SEJARAH
GERAKAN PRAMUKA
 PENDAHULUAN
nPendidikan kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu  segi pendidikan Nasional yang penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu sejarah kepramukaan di Indonesia perlu kita pelajari, dengan maksud agar :
nMengetahui proses pembentukan dan perkembangan Gerakan Pramuka dan mengetahui pula peranan apa yang dilakukan dalam perjuangan Bangsa Indonesia
nMengetahui dan menginsafi kedudukan Gerakan Pramuka dalam hubungan dengan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia.
nDapat memahami kebijaksanaan dalam menyelenggarakan usaha pendidikan kepramukaan di Indonesia.

  SEJARAH SINGKAT
nPada tahun 1908 Mayoor Jenderal Robert Baden Powell dari Inggris melancarkan suatu gagasan tentang pendidikan di luar sekolah untuk anak-anak Inggris, agar supaya mereka menjadi manusia Inggris, warga Inggris dan anggota masyarakat Inggris yang baik, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan kerajaan Inggris Raya ketika itu.
nUntuk itu beliau mengarang buku yang terkenal, yaitu buku “ Scouting For Boys “ yang memuat ceritera pengalamannya dan latihan apa yang diperlukan untuk Pramuka.
nGagasan Baden Powell itu sangat menarik dan menyenagkan sehingga dilaksanakan juga di negara-negara lain. Diantaranya di Nederland ( Padvinder, Padvinderij )
n
nOleh orang Belanda gagasan itu kemudian dibawa dan dilaksanakan juga dijajahannya ( Nederland Oost Indie ). Di Indonesia orang-orang Belanda mendirikan organisasi yang bernama NIPV ( Nederlan Indische Padvinders Vereeniging / Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda )
 
nPara pemimpin pergerakan Nasional, gagasan itu diambil alih dan dibentuklah organisasi-organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik yaitu kader Pergerakan Nasional. Antara lain :
nJPO ( Javaase Padvindres Organizatie )
nJJP ( Jong Java Padvindery )
nNATIPIJ ( Nationale Islamitische Padvindery )
nSIAP ( Sarekat Islam Afdeling Padvindery )
nHW ( Hisbun Wathon ) , dll.
n
nSumpah Pemuda yang dicetuskan dalam Konggres Pemuda 28 Oktober 1928, benar-benar menjiwai gerakan kepanduan nasional Indonesia untuk lebih bergerak maju.
 
nPara pemimpin pergerakan Nasional, gagasan itu diambil alih dan dibentuklah organisasi-organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik yaitu kader Pergerakan Nasional. Antara lain :
nJPO ( Javaase Padvindres Organizatie )
nJJP ( Jong Java Padvindery )
nNATIPIJ ( Nationale Islamitische Padvindery )
nSIAP ( Sarekat Islam Afdeling Padvindery )
nHW ( Hisbun Wathon ) , dll.
n
nSumpah Pemuda yang dicetuskan dalam Konggres Pemuda 28 Oktober 1928, benar-benar menjiwai gerakan kepanduan nasional Indonesia untuk lebih bergerak maju.
 
nAdanya larangan Pemerintah Hindia Belanda kepada organisasi kepanduan di luar NIPV untuk menggunakan istilah Padvinder dan Padvindery, maka K.H. Agus Salim menggunakan istilah Pandu dan Kepanduan untuk menggantikan istilah asing itu, maka Beliau di sebut Bapak Pandu Indonesia.
n
nDengan meningkatnya kesadaran nasional Indonesia, maka timbullah niat untuk mengeratkan persatuan antara organisasi-organisasi kepanduan. Terbukti pada tahun 1930, INPO ( Indonesische Padvinders Organizatie ), PK ( Pandu Kesultanan ) dan PPS ( Pandu Pemuda Sumatera ) bergabung menjadi satu organisasi yaitu KBI ( Kepanduan Bangsa Indonesia ).
n
nKemudian terbentuklah suatu federasi yang dinamakan Persatuan Antar Pandu-pandu Indonesia ( PAPI ) pada tahun 1931. Kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia ( BPPKI ) tahun 1938
nPada jaman Jepang ( Perang Dunia II ) kepanduan di Indonesia dilarang adanya. Tokoh-tokoh Pandu banyak yang masuk dalam organisasi Seinendan, Keibondan dan Pembela Tanah Air ( PETA ).
n
nTanggal 28 Desember 1945 pada saat berkobarnya perang kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia di Sala. Merupakan satu-satunya organisasi kepanduan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia.
n
nSetelah pengakuan kedaulatan, terbukalah untuk membentuk organisasi-organisasi kepanduan. Maka berdirilah kembali beberapa organisasi HW, SIAP, Pandu Islam Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Katholik, KBI, dll.
nMenjelang tahun 1961 kepanduan Indonesia berpecah belah menjadi lebih dari 100 organisasi kepanduan. Hal ini sangat melemahkan bangsa, walaupun organisasi itu terhimpun dalam tiga federasi yaitu
n
-IPINDO ( Ikatan Pandu Indonesia ), 13 September 1951
-POPPINDO ( Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia ), tahun 1954
-PKPI ( Perserikatan Kepanduan Puteri Indonesia )
IPINDO berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu, Jakarta tahun 1955.
nMengalami kelemahan maka ketiga federasi melebur menjadi PERKINDO ( Persatuan Kepanduan Indonesia ). Namun hanya sekitar 60 buah saja dari 100 lebih organisasi kepanduan. Itu saja hanya kurang lebih 500.000 orang. Namun disana-sini masih saling berlawanan karena kepentingan politik.
nKelemahan Gerakan Kepanduan Indonesia itu mau dipergunakan oleh pihak Komunis sebagai alasan untuk memaksa Gerakan Kepanduan di Indonesia menjadi Gerakan Pionier muda seperti yang terdapat di negara-negara Komunis.
nTetapi kekuatan Pancasila di dalam PERKINDO menentangnya, dan bantuan Perdana Menteri Juanda, maka perjuangan mereka menghasilkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditanda tangani oleh Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke negeri Jepang.
nDi dalam Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 tersebut, Gerakan Pramuka oleh Pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Republik Indonesia yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia. Organisasi lain yang menyerupai, yang sama dan yang sama sifatnya dengan Gerakan Pramuka dilarang adanya.
SAMPAI JUMPA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar